Kamis, 12 Februari 2015

BADUY 1 : HATI YANG TEROMBANG-AMBING


Sejak awal aku tahu ini akan jadi perjalanan berat. Lebih berat daripada trip tahun 2012 bareng suami. Destinasi ini masih seprovinsi. Hanya dipisahkan bukit-bukit dan gunung. Jalanannya tanah, batu dan sungai. Tanah jadi lumpur jika hujan, dan rezekiku menemuinya sepanjang jalan.


H-7

Seminggu sebelum berangkat aku masih bimbang. Tiga gigiku sakit bersamaan, mata kaki kananku baru sembuh dari bengkak. Sendi kaki kiri belum fit sempurna dari salah urat. Ditambah ketidakpastian izin suami. Ia masih tarik-ulur dengan berbagai alibi. Anak-anak kami yang masih SD pasti keberatan, cuaca hujan dan Baduy tengah menjalani ritual hari raya Kawalu.

Selasa, 20 Januari 2015

BALI SENDIRI 4 (Tamat)



Maaf bagi yang menanti kelanjutan episode Bali Sendiri^^ Baiklah, kita tamatkan saja seri ini di bagian keempat ^^

Patung Wisnu
 Dari Bukit Sari agrotourism kami bergerak ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang berada di jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan. Jika dilihat di maketnya, patung Wisnu tengah mengendarai Burung Garuda ini bakal jadi ikon Bali sekaligus membawa nama Indonesia lebih melambung. Sayang, proyek prestisius ini tertunda. GWK ini adalah mahakarya I Nyoman Nuarta, seorang seniman patung terkenal Indonesia. Karya lain beliau adalah Monuman Jalesveva Jayamahe di Surabaya.

Kamis, 08 Januari 2015

BALI SENDIRI 3


Laskar Kuta Bersih
Hari ketiga di Bali. Pagi-pagi udah nongkrong lagi di Kuta. Kerjaanku sama bu Lidia cuma ngelihatin kelakuan orang-orang. Kadang ada sesuatu yang bikin kami tertawa ngikik berdua, lalu diam lagi dan melihat sekitar.

Benar-benar kurang kerjaan. Tapi tugas hari ini sudah diselesaikan kemarin, tinggal malam nanti penutupan. Jadi kami punya waktu seharian sampai maghrib. Aku udah gatal pengin jalan. Tapi lagi mikir tujuan, cara ke sana dan biaya. Kubilang ke Bu Lidia rencana jalan ini, untung beliau mau juga ikutan. Tinggal nanti ajak-ajak peserta lain. Kalau toh pada nggak mau, aku mau jalan aja sendiri.

Sekarang ngabisin pagi dulu di pantai. Ada serombongan cewek yang hobi selfie sedari datang. Mulai foto di pantai, pose loncat, gaya manyun, sampai nyebur ke laut, semua difoto. Kami senyum aja lihat ulah mereka. Mencoba memaklumi karena aku dan bu Lidia punya anak gadis, yang mungkin tingkahnya kayak rombongan cewek itu.

Ada serombongan petugas kebersihan yang membawa sapu dengan ujung mirip garpu, untuk menyaring sampah di pantai, jadi pasirnya nggak ikut terbuang. Mereka inilah yang menjaga Kuta tetap bersih. Bravo!